SELAMAT DATANG DI BLOGGER "SYAINULLAH WAHANA" SEMOGA BERMANFAAT ---(TERIMA KASIH)---

Jumat, 01 Mei 2015

MASYARAKAT NELAYAN DAN LAUTANNYA

 

Oleh: Syainullah Wahana, S.Pi

Rakyat yang begitu peduli dengan lautnya, namun ada yang begitu sering merusak lautnya. Banyak yang menuduh nelayanlah dalangnya, mereka begitu berkoar-koar menyerukan bahwa nelayanlah yang merusak laut dengan bom, bius, atau menggunakan alat yang tidak ramah lingkungan untuk menangkap ikan yang begitu melimpah di bawah laut. Kadang penulis merasa itu adalah sebuah himbauan yang memaknai bahwa nelayan kita tidak memiliki hati dan perasaan dalam mencari sesuap nasi bagi kebutuhan hidup sehari-hari keluarga mereka. Begitu burukkah potret nelayan kita?

Tak pernah kita pungkiri bahwasanya dunia nelayan yang penuh terjangan ombak di saat mereka berlayar mengayuh kapal di tengah lautan demi sesuap nasi. Mencari ikan yang banyak membuat keluarga mereka sangat senang karena telah memberikan lebih nafkah keluarga yang menantinya di daratan pulau.

Anak-anak pulau begitu bergembira bermain di pesisir pantai, bersama menikmati waktu. Cinta keluarga itu penuh harapan yang begitu kuat walaupun bapaknya yang sedang melaut entah bagaimana kabarnya. Ibu yang terus memasak yang memberikan anaknya makanan layak dan bergizi untuk anaknya, dan terus berdoa untuk suami tercinta yang sedang mencari banyak ikan di tengah lautan berharap tanpa merusak rumah ikannya.

Dok. Pribadi Penulis
Sekelompok Anak Nelayan Lagi Bermain di Pesisir Pantai, Pulau Badi  (Dok. Pribadi Penulis)


  















Mereka bercanda bersama, menuangkan kreativitasnya di pasir putih pesisir pantai. Berharap cita - cita mereka terwujud, menggapai mimpi setinggi-tingginya, hasrat yang begitu kuat untuk bisa kembali lagi ke pulau mereka jika telah sukses menempuh impian mereka masing - masing. Jadilah seorang penyelamat nelayan jika engkau besar nanti karena dirimu besar di daratan pulau kecil yang unik, begitu melimpah sumberdaya alam anugera Tuhan, kami butuh calon - calon penerus bangsa penyelamat masyarakat nelayan yang dirusak namanya karena menangkap ikan dengan tidak ramah lingkungan

Semangat itu membara, ayah yang penuh tanggung jawab besar agar anaknya nanti bisa menjadi orang yang sukses dan di hormati bagi seluruh rakyat, penuh dengan kenangan yang indah di saat itu, melakukan pemberdayaan masyarakat tanpa kenal lelah. Menjadi penjuang nelayan yang tangguh gagah berani mempertahankan tanah air pulau tempat mereka dilahirkan. Pengelolah sumberdaya perairan laut yang adil dan makmur, bijaksana dalam bersikap. Menerangi setiap langkah masyarakat pulau menuju kesejahteraan yang mandiri dan kuat di saat menerjang ganasnya lautan dan banyaknya politik kotor, serta penjahat - penjahat yang merusak nama baik nelayan.

Ini hanyalah sebuah tulisan, yang mungkin tidak teratur. Namun penulis membuat ini, untuk menuangkat hasrat nelayan yang ingin berharap keluarganya dapat memaknai hidup yang begitu keras di lautan sana, namun tekad itu terus ada untuk istri dan anaknya tercinta, generasi penerus bangsa yang berpendidikan dan bisa merajai lautan biru cerah.

Penumpang Kapal Menuju Pulau Badi Kepulauan Spermonde Makassar (Dok. Pribadi Penulis)