SELAMAT DATANG DI BLOGGER "SYAINULLAH WAHANA" SEMOGA BERMANFAAT ---(TERIMA KASIH)---

Jumat, 01 Mei 2015

Festival Pasar Rakyat Lambocca Bantaeng “Pasar Sejahtera” Menarik dan Kreatif


Berita kunjungan telah diinformasikan sebelumnya di “Blog Kompasiana”, serangkaian acara akan diadakan, tidak ingin melewatinya para “Kompasianer Sulawesi selatan” bersegerah melakukan registrasi kunjungan acara “Festival Pasar Rakyat” di Pasar Lambocca, Bantaeng pada hari Senin, 27 April 2015. Para kompasianer barengan bersama Kevin Anandhika Legionardo (Kompasiana Content dan Community Officer) dan Dieki Setiawan (Marcomm Executive Kompasiana)  dengan dari beberapa “Kompasianer yang berada di Makassar”, ada juga yang sudah menetap berada di Bantaeng, seakan menunggu kedatangan teman kompasianer untuk NguBar (Ngumpul Bareng) dan NgoBar (Ngopi Bareng) bersama setelah acara festival. Dini hari Pukul 03.00 wita, penulis dan rekan lainnya sebagai tim “Kompasianer Sulawei Selatan” beserta Tim Kompasiana dari Jakarta” berangkat menuju Bantaeng dari bandara Hasanuddin Makassar dengan mobil mini bus yang telah disiapkan oleh tim kompasiana sebelumnya. 

Senin pagi yang cerah 27 April 2015, disambut dengan suara gemuru pantai yang akan terlihat pemandangan laut dari jalan poros Makassar – bantaeng yang kami lalui, lingkungan bersih dan udara angin segar terasa dari jendela mobil kami, masyarakat bantaeng yang sibuk dengan berbagai aktifitas mereka di halaman rumah mereka masing-masing, mereka seakan ingin menyelesaikan semuanya sesegera mungkin dan bersegera menuju pasar Lambocca. Pasar ini tidak seperti pasar yang biasa kami lihat di berbagai pasar yang penuh dengan sampah yang berserakan di lingkungan pasar, ketidakteraturan tempat jualan, kotor, dan aroma bau yang tak sedap menyengat, sehingga membuat kita makin tidak tertarik ke pasar tradisional tersebut. 

Sangat berbeda sekali dari beberapa pasar tradisional yang penulis telah kunjungi sebelum – sebelumnya di wilayah Sulawesi Selatan, suasana pasar rakyat tradisonal modern tersebut yaitu di pasar tradisional Lambocca Kabupaten Bantaeng ini. Begitu meriahnya pasar di pagi hari itu, sehingga masyarakat sangat yakin berbelanja tanpa ragu, hari itu adalah hari dimana masyarakat pasar akan mendapat kunjungan dari pimpinan pemerintah daerahnya yaitu sebuah sosok pemimpin yang dikagumi masyarakat bantaeng dan sekitarnya, mereka mengakui kerja kerasnya dalam membangun Kabupaten Bantaeng ini, diawal masa kepemimpinannya hingga sekarang. Semua bersama – sama memeriahkan acara festival pasar rakyat, berbelanja perlengkapan kebutuhan sehari – sehari masyarakat, belanja bahan makanan, ada juga berbagai kemeriahan warga bantaeng yang mengikuti perlombaan meriah di selah-selah acara yang memperlihatkan salah satu program percontohan pasar tradisional di Indonesia, SEJAHTERA itu singkatan dari Sehat, Bersih, Hijau, dan Terawat. Merupakan Program kegiatan dari “Yayasan Danamon Peduli” didukung dengan kerjasama “Pemerintah Daerah Kabupaten Bantaeng Sulawesi Selatan” yang mencanangkan sebuah perubahan pasar tradisional menjadi modern dan tak merubah makna dari kata pasar tradisional tersebut. Gerakan bersih, sehat, hijau lestari, dan terawat adalah sebuah kegiatan yang patut dicontohi dari beberapa wilayah, memberikan penghargaan bagi setiap daerah yang ingin memulai dengan konsep serupa. 

Tim Kompasianer Sulawesi Selatan dari awal sampai ke lokasi pasar Lambocca Bantaeng, mengikuti seluruh rangkaian acara festival dan melihat itu sebagai kegiatan yang berbeda dari kesehariannya. Sebagai penulis, patut kita sadari bahwa sebuah publikasi yang seperti ini sangat baik untuk disebarluaskan dalam media sosial dan dapat dilihat sebagai contoh program terbaik bagi masyarakat daerah dan ini menjadi pengalaman tersendiri bagi penulis, juga bagi seluruh Kompasianer Indonesia, dapat menceritakan pengalaman akan keunggulan wilayah daerahnya masing – masing dalam berbagai aktifitas menciptakan suasana meriah dari pasar tradisional mereka. Bersama yayasan Danamon Peduli yang di wakili oleh ibu Restu Pratiwi (Ketua dan Direktur Eksekutif  Yayasan Danamon Peduli) dan dilanjutkan dengan sambutan dari bapak Dalman Mangiri (Regional Corporate Officer Danamon untuk Wilayah Sulawesi, Maluku, dan Papua) turut senang dan mendukung secara penuh acara ini. Program – program Yayasan Danamon Peduli bertujuan untuk mendukung pembangunan berkelanjutan yang bermanfaat langsung pada masyarakat dan melibatkan relawan dari lingkungan keluarga besar Danamon. Dengan melaksanakan Program Pasar SEJAHTERA dari Yayasan Peduli Danamon ini, maka masyarakat bisa bekerja maksimal dengan melakukan aktifitas bersih – bersih terlebih dahulu disekitaran lingkungan pasar sebelum pedagang menjajahkan barang dagangan mereka atau aktifitas jual beli yang akan berlangsung. Bersama Pemerintah Daerah, Yayasan Peduli Danamon dan pihak – pihak terkait yang mendukung kelancaran kegiatan ini yakni mengadakan berbagai lomba-lomba, seperti lomba memasak antar pedagang, melukis tong sampah untuk pelajar sebagai generasi pelanjut akan cinta lingkungan dan dapat menjaga kelestarian lingkungan, acara panggung hiburan rakyat dari arah gerbang pintu depan masuknya pasar dan bazar dari usaha kelompok masyarakat lokal bantaeng, diikuti dengan acara lainnya yang juga tak kalah memeriahkan pasar tradisional lambocca di pagi hari itu, seorang chef terkenal hadir dan berbaur keliling melihat tim lomba masak antar pedagang, juga memperlihatkan keunggulannya memasak sajian makanan di depan seluruh masyarakat, bersama pemerhati kuliner lainnya, terlihat juga bapak Arief Parikesit (Relawan Setia Pasar Rakyat) yang berbaur dengan masyarakat. 

Selanjutnya, penulis mencoba mengingat kembali dan memahami arah pembicaran ibu Dr. Ekowati Rahajeng SKM, M.Kes (perwakilan dari Kementerian Kesehatan) yang juga telah memberikan sambutan kepada warga pasar di festival pasar rakyat lambocca, dari beberapa kunjungannya di acara Festival Pasar Rakyat Tradisional, mengungkapkan kesenangannya berkeliling di pasar – pasar tradisional dan kini di Bantaeng, dia melihat dari beberapa masyarakat lokal mengabdikan dirinya sebagai petugas relawan kebersihan pasar lambocca, maka dengan itu pasar tersebut dapat terlihat bersih dan sehat setiap hari. Ketertarikan pasar ini makin lebih terlihat pada saat ibu Dr. ekowati meresmikan bagian “Los Basah” pasar lambocca yang disaksikan oleh bapak Bupati Bantaeng, bersama kelompok masyarakat yang datang untuk menghadiri acara peresmian ini yang terlihat begitu rapih tata letak tempat berjualan ikan dan terlihat kebersihan pasar bagian los basah tersebut. Nampak, tak ada air bekas pencucian ikan dan daging basah lainnya yang tertinggal di saluran pembuangan dan di lantai pasar yang tetap bersih tidak terlihat becek dan kotor, hal yang unik juga menarik perhatian penulis yaitu tidak ada air yang tertinggal di sekitaran lorong – lorong pasar akibat guyuran air atau hujan karena di setiap pinggiran setapak lorong pasar telah dibuatkan lubang-lubang biopori. Dalam Program “Hijau” biopori berfungsi mengurai genangan air akibat rembesan hujan dan membuat persediaan air di dalam tanah di saat musim kemarau panjang. Terdapat bangunan klinik sarana kesehatan di dalam pasar yang menjadikan pasar ini berbeda dari pasar lainnya, di sudut bangunan terdapat toilet yang bersih dan di jaga oleh petugas kebersihan pasar yang ramah senyum dan dapat menjamin kebersihan toilet pasar. Di ujung sudut kiri dari arah pintu masuk bagian pasar terdapat tong sampah besar yang agak berjauhan dari tempat jualan, sehingga tidak tercium bau aroma sampah pasar tersebut, sedangkan di ujung sudut kanan dari arah pintu masuk bagian pasar terbangun Masjid yang cukup luas untuk bagi warga islam bantaeng melaksanakan ibadah sholat 5 waktu dalam sehari.  

Tidak jauh dari jarak atas panggung di dalam bangunan tengah keramaian pasar. Penulis hadir sebagai komunitas blogger dan teman lainnya yang begitu aktif sebagai penulis di media sosial Kompasiana turut berpartisipasi, duduk bersama dengan seluruh kelompok masyarakat bantaeng dan juga tim kreatif yang telah hadir di acara ini, secara rapi dan teratur di dalam tenda teduh, di bawah pepohonan rindang. Bersama mendengarkan bapak Prof. Dr. Ir. H. M. Nurdin Abdullah, M.Agr (Bupati Bantaeng) berbicara mengenai perkembangan bisnis kreatif masyarakat di Kabupaten Bantaeng yang ditemani seorang pekerja senior kreatif Indonesia bapak Handoko Hendroyono yang baru saja meliris sebuah film layar lebar sebagai produser berjudul “Filosofi Kopi” ini juga turut hadir memeriahkan acara festival pasar rakyat, untuk menggali potensi kopi lokal Bantaeng yang menurut masyarakat lokal memiliki ciri khas tersendiri. 

Kesan penulis dari jelajah pasar tradisional tersebut, dengan para kompasianer ini sangat menarik. Jika kegiatan ini terus diperhatikan maka pemerintah, pedagang dan masyarakat baik kelas atas dan bawah akan terus berbaur dalam pasar tradisional ini, acara juga akan menciptakan suasana aman, sehat dan lestari. Kini masyarakat yakin bahwa tidak ada sekat – sekat lagi diantara sesama mereka, jalinan silaturahmi dan persudaraan makin dekat antar sesame, kelompok masyarakat dan dapat menciptakan lingkungan yang hijau dan bersih. Bisa jadi kegiatan seperti ini akan menjadi contoh dalam gerakan pemersatu bangsa dan peningkatan kesejahteraan masyarakat lokal.

Begitu meriahnya acara hingga akhir acara festival ini, kemitraan juga terjalin di festival pasar rakyat dengan bergabungnya media social Kompasiana, serta beberapa perusahaan industri seperti Kecap Bango, Kelana Rasa, Pulpen PILOT dan MP Pro. Penulis berharap kegiatan ini diperhatikan sebagai kegiatan rutin masyarakat khususnya bagi warga bantaeng, menarik dan mengajak kalangan lainnya untuk membuat acara di festival pasar rakyat selanjutnya yang lebih meriah lagi kedepannya. 

Foto Bersama Kompasianer Sulawesi Selatan, Panitia Kompasiana, Bapak Bupati Bantaeng
Sumber: Ambae "Pertama dari Sebelah Kiri (Kompasianer SulSel) di Kantor Bupati Bantaeng.



Beberapa Kompasianer Sulawesi Selatan yang berada di kerumunan warga bantaeng, duduk sedang mengamati acara Festival Pasar Rakyat Lambocca Bantaeng
Sumber: Ambae (Kompasianer SulSel) di Kantor Bupati Bantaeng.


Foto Bersama Penerima Piagam dari Bupati Bantaeng, Dok. Pribadi Penulis