Power Point Tentang Jenis Padang Lamun Cymodocea rotundata
Oleh: Syainullah Wahana S.Pi
Sabtu, 12 Oktober 2013
Sabtu, 07 September 2013
SUMBER DAYA DAN NELAYANNYA
SUMBER DAYA TERUMBU KARANG DAN NELAYAN
Oleh : Syainullah Wahana S.Pi
Oleh : Syainullah Wahana S.Pi
Nelayan adalah masyarakat yang beraktifitas atau pekerjaannya sering menangkap ikan, biasanya mereka tinggal atau bermukim di sekitar wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil. Banyak yang sering mengatakan juga bahwa masyarakatnya rata-rata miskin tetapi kenyataannya juga tidak seperti itu. Sedangkan informasi lain yang mengkhawatirkan nelayan yaitu masyarakat yang tinggal di sekitar pantai saat ini di buat semakin miskin oleh kegiatan penangkapan ikan besar-besaran secara ilegal. Selain itu, di negeri ini juga sedang terjadi perusakan terumbu karang dan pelenyapan hutan rawa yang dengan cepat.
Berbagai studi ilmiah sering menjelaskan bahwa kerusakan terumbu karang yaitu akibat penangkapan ikan dengan bom (penggunaan ilegal bahan peledak untuk menangkap ikan), penggunaan racun asam, penambangan karang dan polusi, dan pemutihan karang yang disinyalir sebagai akibat meningkatnya suhu air laut dan gejala alam lainnya seperti gempa bumi turut berperan dalam proses perusakan terumbu karang.
Faktor yang lain yang mendorong terjadinya kerusakan adalah pemintaan pasaran internasional untuk kebutuhan akurium. Hal ini mendorong meningkatnya eksploitasi batuan karang yang tidak berkelanjutan. Berdasarkan laporan World Conservation Monitoring Center, Indonesia menjadi pemasok 41 % batuan karang ke pasaran dunia. Sementara itu, Amerika Serikat menjadi pengimpor setengah dari seluruh produk terumbu karang dunia.
Kamis, 05 September 2013
Alam Gunung Bawakaraeng
GUNUNG BAWAKARAENG SULAWESI SELATAN
Oleh : Syainullah Wahana (Enal_Clover06@yahoo.com)
Posting Date : 05 September 2013, Perbaharui Posting : 29 September 2013
Posting Date : 05 September 2013, Perbaharui Posting : 29 September 2013
Satu lagi potensi Wisata Sulawesi yang sangat diminati oleh kawan-kawan para pecinta alam. Hamparan gunung, bukit, lembah yang mempesona di alam, jalur gunung yang di minati untuk melakukan pendakian. Gunung ini terletak di Sulawesi Selatan yang mempunyai ketinggian 2600 mdpl. Gunung ini sangat terkenal dari para pecinta alam di sulawesi maupun di luar sulawesi bahkan telah di kenal secara global, mereka mendaki untuk memuaskan hasrat di hati hanya untuk melihat keindahan pesona alam yang indah, mereka para pecinta alam sering mengadakan sebuah pendakian 17 an / 17 agustus yang sering kita ketahui yaitu peringatan proklamasi kemerdekaan Indonesia, ada juga yang hanya berwisata dan menikmati ketenangan hidup di alam bebas tanpa ada polusi udara seperti yang selalu kita dapatkan di perkotaan, menenangkan diri sambil berlibur di waktu yang sesaat saja sebelum melaksanakan pekerjaan rutinitas kantornya, dan para mahasiswa pecinta alam yang gemar bepetualang dan bermukin di alam ini menikmati ketenangan hidup di banding di perkotaan yang sering kita dengar desingan suara-suara kendaraan sedangkan di gunung itu hanya terdengar suara gemuru air, burung-burung berkicau, dan masih banyak lagi suara ketenangan di hati para pecinta gunung. Panorama alam yang sangat luar biasa...
Gunung yang sangat di kenali oleh orang Makassar dan Gowa ini sangat unik. yaitu setiap hari haji, masyarakat yang percaya biasanya beramai-ramai mendaki gunung ini dengan membawa hewan kurban. Mereka menganggap bahwa ketika mereka merayakannya hari raya haji kegiatan di puncak gunung bawakaraeng itu tersebut maka telah menjadi haji yang di beri nama Haji Bawakaraeng, selain itu ada pula masyarakat yang sering mendaki untuk menepati janji bernazar, dengan membawa seekor ayam ke puncak gunung dan melakukan ritual-ritual adat yang mereka pahami. Namun, para pendaki masyarakat ini biasanya mendaki dengan tidak membawah peralatan yang memadai, yang di bawah seperti para-para pendaki petualang lainnya. Hanya bekal makanan, mungkin karena keterbiasaan mereka mendaki di gunung ini.
Untuk mencapai jalur untuk naik ke gunung bawakaraeng tersebut maka perjalanan ini di mulai dari kota makassar / Ujung Pandang yang di awali dengan menaiki kendaraan bus, mobil, pete-pete, motor dan kendaraan lainnya, menuju Gowa kemudian malino dan sampailah ke desa lembanna (kaki gunung bawakaraeng) dari desa inilah kita mulai naik gunung hingga mencapai puncak, waktu berkisar 6 - 8 jam.
Minggu, 01 September 2013
RENSTRA Pesisir dan Laut
RENSTRA (Rencana Strategi) Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut
Oleh : Syainullah Wahana S.Pi
Persoalan yang di hadapi masyarakat pesisir tak pernah kunjung reda dan tak ada habi-habisnya melanda dan melilit kehidupannya. Mengapa, karena sebagain banyak mereka belum juga bisa beranjak untuk dapat merasakan, menikmati, dan meningkatkan kesejahteraannya melalui optimalisasi sumberdaya pesisir dan laut disekitarnya, bahkan banyaknya masalah yang telah mereka hadapi yaitu seperti meningkatnya degradasi habitat pesisir yang selama ini kita kenal (mangrove, padang lamun, terumbu karang, daerah estuaria, dan habitat pesisir lainnya). kerusakan habitat pesisir itu sebagian besar di akibatkan oleh aktifitas manusia di daratan yang sembraut di tambah lagi aktifitas manusia di pesisir dan laut yang sembrono tanpa berpikir dahulu untuk melakukannya (Penangkapan ikan dengan BOM, BIUS, Alat tangkap yang tidak ramah lingkungan) dan kadang masyarakat pesisir membuang kotorannya (sampah limbah organik dan non organik) itu ke pesisir dan laut kita bersama.
Oleh : Syainullah Wahana S.Pi
Hilangnya atau rusaknya habitat pesisir kita tentunya memberikan suatu konsekwensi dimana habis dan punahnya berbagai organisme pesisir dan laut. Kenyataan ini tidak lepas dari kewajiban pemerintah untuk bisa bagaimana lebih berkonsentrasi lagi melihat masalah yang konkrit ini menjadi sebuah pembahuruan kinerja yang nyata dan transparan untuk memperbaiki ekosistem dan masyarakatnya untuk bisa memahami dan lebih mencinta Alam dengan melestarikannya bukan kegiatan masyarakat pesisir yang merusak lagi, sebab ini adalah kewajiban kita semua sebagai khalifah di muka bumi ini (Para pemimpin, calon Pemimpin masa depan, Pemerintah, swasta, masyarakat, stakholder, ummat yang beragama, masyarakat Global dll).
Dengan melihat kenyataan ini serta potensi yang begitu besar di Negara kita yang masih kurang perhatian dan Pengelolaan secara menyeluruh, maka sudah seyogyanya mulai saat ini kedepan atau masa yang akan datang (baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang) sangat dibutuhkan akan reorientasi kebijakan dalam Pengelolaan pemanfaatan Sumberdaya pesisir dan laut di daerah Indonesia yang sangat luas ini. Sehingga perlu dan sangat penting kita membuat sebuah RESTRA (Rencana Strategi) yaitu yang merupakan salah satu tahapan kebijakan dalam melaksanakan suatu Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut di daerah kita yang benar-benar terarah sebagai acuan dalam Pemberdayaan dan Pengelolaan wilayah yang terkandung banyak kekayaan di dalamnya. Keberadaan RENSTRA ini tidak hanya menjadi panduan satu arah bagi sektor dan daerah (Kota atau Kabupaten dll) tertentu tetapi akan menjadi panduan yang terpadu dari segala komponen yang berkepentingan dan bersentuhan langsung dalam Pengelolaan dan Pemanfaatan Sumberdaya wilayah pesisir dan laut demi kemaslahatan generasi dan yang akan datang
Sabtu, 31 Agustus 2013
Penelitian Anemon Laut
Penelitian Sumberdaya Anemon Laut di Pulau Barrang Lompo Makassar
Oleh : Syainullah Wahana S.Pi
Oleh : Syainullah Wahana S.Pi
Penelitian
bertujuan mengetahui komposisi jenis dan kepadatan anemon pada kedalaman 3 m
dan 10 m. Penelitian dilaksanakan selama 3 bulan, yaitu awal Januari hingga
akhir Maret 2011, bertempat di kawasan pantai Barat pulau Barrang Lompo wilayah
Kecamatan Ujung Tana, Kota Makassar Provinsi Sulawesi Selatan, dengan jumlah
penduduk 4.046 Jiwa. Jarak tempuh dari kota Makassar ke pulau yaitu 1 jam
dengan menggunakan speedboat dengan luas daratan pulau yaitu 0,49 Km2.
Anemon
laut yang ditemukan di pulau Barrang Lompo terdiri dari dua Genus yaitu
Entacmaea dan Sticodactyla. Jenis dari Entacmaea
quadricolor, Sticodactyla gigantea, dan Sticodactila
haddoni. Kepadatan anemon laut yang ditemukan bervariasi tiap jenis di
lokasi pengamatan. Komposisi jenis dan kepadatan Anemon laut yang paling banyak di temukan di pantai
Barat Pulau Barrang Lompo yaitu jenis dari Sticodactyla
gigantea. Jenis ini di temukan di kedalaman 3m dan 10m. Sedangkan uji
statistik terhadap kepadatan anemon laut menunjukkan tidak ada perbedaan di
setiap stasiun dan kedalaman.
Rabu, 24 Juli 2013
Sumberdaya Kars Maros-Pangkep itu ingin Menjadi "Warisan Dunia Global"
Sumberdaya Kars menuju Warisan Global “Maros dan Pangkep Sulawesi ”
Oleh : Syainullah Wahana S.Pi
Jika kita berwisata di daerah
Maros - Pangkep yang terletak tidak
jauh dari Kota Makassar Provinsi Sulawesi Selatan, maka kita sering melihat
kawasan tersebut di kelilingi dengan Kars yaitu sebuah bentuk permukaan bumi
yang pada umumnya dicirikan dengan adanya depresi tertutup (closed
depression), drainase permukaan, dan gua. Daerah ini dibentuk
terutama oleh pelarutan batuan, dan kebanyakan batu gamping. Kawasan itu memiliki taman nasional Bantimurung
Bulusaraung yang seperdua wilayahnya meliputi Kars. Cagar Alam yang digunakan
sebagai objek para wisatawan.
Kawasan ini merupakan sebuah peninggalan dari
masa purba dari karaeng-karaeng kita sebelumnya bertempat di wilayah ini yang masih tetap menjaga
keindahan dari cagar Alam mereka untuk di titipkan kepada penerus-penerusnya
kelak yang menjaga dan melestarikannya. Kars Maros – Pangkep merupakan salah satu daerah Kars yang memiliki keunikan dibandingkan daerah kars lain di Indonesia maupun di Dunia Global. Terkenal dengan keindahannya, panorama Alam yang berada di daerah tropis, tutupan flora dan goa-goa prasejarah dan yang berada di dalamnya sehingga banyak kalangan menyebutkan kawasan itu adalah Kars Tropika Klasik. Pesonanya merupakan seperti jamuan yang nikmat bagi wisatawan baik domestik maupun mancanegara. Maka untuk mempertahankan Kars Maros – Pangkep yang tergolong unik ini maka keterlibatan pemerintah agar lebih serius memperhatikannya.
Secara Administratif wilayah yang membentang dari kabupaten Maros ini hingga kabupaten Pangkep ini seluas sekitar 30.000 Ha, yang tergolong jenis Kars Menara atau Tower, tak kurang dari 18 gua yang di dalamnya ditemukan artefak prasejarah, menandakan bahwa pada masa lalu daerah Sulawesi yang di kenal daerah (Daeng, Puang, Karaeng dan nama lainnya) merupakan salah satu daerah lintasan perpindahan penduduk dari daratan Asia Tenggara ke Pasifik.
Bantimurung tidak sepenuhnya bisa di katakan sebagai kawasan kars karena daerah wisata Alam air terjunnya tidak natural lagi, Banyak penambahan di tiap sudut daerah ini yang mengubah bentuk aslinya. Akan tetapi kawasan ini adalah icon daerah wisatawan yang banyak di lirik karena merupakan sebuah kawasan hutan lindung.
Peluang wilayah kars ini sangat
besar untuk di jadikan sebagai pengajuan kawasan World Heritage (Sebagai
kawasan Warisan Dunia Global) dimana UNESCO sendiri telah memasukkannya sebagai
nominasi sejak tahun 2001 melalui International Union of Speleology, namun
untuk mewujudkannya bukan hal yang mudah. Dengan catatan harus mengkaji nilai
warisan dunianya serta menetapkan status perlindungan yang tepat terhadap
kawasan tersebut. Sebab kawasan di dalamnya terdapat artefak perbedaan budaya
manusia dengan selisih waktu 30.000 tahun ini meliputi beberapa status hutan
yakni hutan lindung, cagar alam, taman wisata alam dan masih banyak lagi lainnya yang akan harus di data.
Jadi Apakah Kawasan Kars Maros - Pangkep itu akan dapat menjadi sebagai kawasan warisan dunia bisa terwujud?
Semoga saja Amin…
Jadi Apakah Kawasan Kars Maros - Pangkep itu akan dapat menjadi sebagai kawasan warisan dunia bisa terwujud?
Semoga saja Amin…
Selasa, 23 Juli 2013
Wisata Alam Permandian Kolaka Sulawesi
Wisata Alam Permandian Ulunggolaka "kolaka"Sulawesi Tenggara"
Oleh : Syainullah Wahana S.Pi
Wisata Alam permandian yang sangat di kenal oleh masyarakat sekitar kolaka, wolo,mangolo, serta daerah lainnya yang dekat dari kolaka.Wisata Alam Mangolo dikenal dengan Air Panasnya yang terletak di Ulunggolaka Kelurahan Mangolo Kecamatan Kolaka, disebelah utaraIbu Kota Kolaka diperkirakan 12 Km dan dapat dijangkau dengan kendaraan.
Lokasi Air Panas Daerah Wisata ini mempunyai keunikan yang sangat menarik yakni, terdapat tebing-tebing Batu, terdapat Gua-gua Telaga. Daerah ini sangat ideal sekali untuk dijadikan tempat Rekreasi dan Hobby Kemping ke Puncak Gunung karena keadaan Alam dan Panorama yang begitu Indah dan Sejuk yang belum disentuh dengan tangan-tangan perusak ekosistem di dalamnya yang hanya mementingkan diri sendiri.
Ada objek wisata Alam yg mengagumkan bila kita berkunjung di wisata permandian ulunggolaka ini, dimana objek wisata Alam tersebut biasanya dinamakan dengan "Wisata Gua Firdaus"
Objek wisata yang terletak diketinggian kurang lebih 200 mdpl. Gua firdaus merupakan salah satu obyek wisata petualangan yang ada di lokasi taman wisata air panas Ulunggolaka, menurut para tokoh masyarakat yang tinggal didaerah tersebut Gua ini dulunya adalah tempat penyimpanan pusaka serta harta benda kerajaan dan hingga kini masih dipercaya oleh masyarakat setempat Gua ini mempunyai tujuh "7 tingkatan" dan hanya orang yang bersih hatinya sampai pada tingkatan ke tujuh. diatas mulut Gua tumbuh pohon beringin yang sangat besar dan akarnya menembus sampai dinding Gua, belum lagi kedalaman Gua yang di penuhi oleh kelelawar yang bersarang di dalamnya.
Sangat penasaran kita apabila hanya mendengar cerita tentang tempat wisata Alam tersebut. karena wisata Alam ini penuh bayak dengan cerita-cerita yg sangat mengagumkan, sebab bukan cuma keindahannya yang luar biasa di tempat wisata Alam tersebut. Kita bisa juga mengetahui tentang sejarah nenek moyang kita yang telah di perbuat di tempat objek wisata Alam tersebut, juga pengetahuan tentang proses dimana gua tersebut terbentuk sedemikian rupa sehingga menjadi tempat wisata yang sangat menyenangkan. by Syainullah Wahana S.Pi
Langganan:
Postingan (Atom)








